SARASEHAN DAN DOA BERSAMA "JOGO KOTA PASURUAN AMAN" DIGELAR PEMERINTAH KOTA
- Sep 07, 2025
- ABDUL WAHAB
PASURUAN, SeputarTamba'an — Pemerintah Kota Pasuruan menggelar sarasehan dan doa bersama bertema “Jogo Kota Pasuruan, Aman”, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Minggu (7/9/2025). Acara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD Kota Pasuruan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta organisasi resmi di kota setempat, terkecuali 34 Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) kelurahan.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan akustik membawakan lagu-lagu bernuansa nasionalisme. Seluruh peserta kemudian menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” secara bersama-sama. Usai itu, hadirin diajak menyaksikan pemutaran pidato Presiden pertama RI, Soekarno, yang membakar semangat juang, dilanjutkan pidato Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya meneruskan spirit kepemimpinan presiden-presiden sebelumnya.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika Airin Puji Lestari, siswi sekolah dasar, bersama rekan-rekannya membacakan puisi bertema perdamaian. Setelah itu, perwakilan organisasi keagamaan Kota Pasuruan menyampaikan pesan.
Ketua PCNU Kota Pasuruan, KH Nailur Rahman atau Gus Amak, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga persatuan. “Negeri ini unik, negeri ini indah, negeri ini adalah tetesan surga. Yang mahal dari Indonesia adalah persatuan, karena persatuan adalah kekuatan. Ketika hilang persatuan, hilanglah kekuatan kita,” ujarnya. Ia kemudian menambahkan, “NKRI milik bersama, Kota Pasuruan adalah rumah kita. Jika ada yang perlu dikoreksi, maksimalkan komunikasi, bukan anarki. Mari kita rawat, mari kita obati.” Menurutnya, pesan itu sampai perlu diulang dua kali untuk lebih mengingatkan hadirin.
Pesan berikutnya disampaikan Ketua PC Muhammadiyah Kota Pasuruan, yang menekankan keberlanjutan pembangunan dan kedamaian di pundak para pemuda, kemudian pidato dilanjutkan perwakilan BKAG, dan DPC LVRI.

Pada bagian puncak acara, Wali Kota Pasuruan, Mas Adi, menyampaikan bahwa keamanan adalah kunci utama dalam membangun kesejahteraan masyarakat. “Keamanan adalah pondasi yang sangat penting dan utama sebagai tumbuhnya pembangunan dan cita-cita mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Pasuruan,” ujarnya.
Mas Adi menambahkan, “Tidak akan ada investasi atau aktivitas ekonomi yang berkembang apabila keamanan dan ketertiban tidak terjaga. Karena itu diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat TNI-Polri, tokoh agama, serta seluruh warga Kota Pasuruan.” Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat kembali bergandengan tangan, menanamkan nilai persatuan sebagaimana dicontohkan para pendahulu bangsa, sekaligus mewaspadai penyebaran berita bohong (hoaks) di era digital saat ini.
Usai pidato Wali Kota, seluruh peserta mendeklarasikan komitmen “Jogo Kota Pasuruan, Aman” kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu “Indonesia Pusaka”. Suasana hening penuh khidmat tercipta ketika lampu dipadamkan dan peserta menyalakan cahaya ponsel sebagai simbol persatuan.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pasuruan.
(Chas & KIM Petahunan Kota Pasuruan)