PEMBERIAN PENGHARGAAN RAIS PERTAMA DALAM PERINGATAN 1 ABAD NU CABANG PASURUAN
- Sep 24, 2025
- ABDUL WAHAB
Warungdowo, SeputarTamba'an — Peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Pasuruan digelar di Gedung PCNU Warungdowo, Pohjentrek, Selasa malam (23/9/2025), bertepatan dengan 2 Rabiul Tsani 1447 H. Ribuan jamaah hadir dalam rangkaian acara yang diawali dengan istighosah, pembacaan Yasin, Hizib Nashr, dan doa tasyakuran.
Kegiatan ini menjadi momentum syukur atas perjalanan panjang NU Pasuruan sejak didirikan pada 2 Rabiul Tsani 1347 H (20 Juni 1928) melalui musyawarah di rumah Kiai Mas Musthofa, Kebonagung. Saat itu, ditetapkan kepengurusan awal dengan KH Chuzaimi (Tambakan) sebagai Rais, Kiai Abdurrahman (Legi) sebagai Wakil Rais, Kiai Zainal Abidin (Gerogolan) sebagai Katib, dan Kiai Mas Musthofa sebagai Mustasyar.

Sejarawan muda, Ayung Notonegoro, yang juga Founder Komunitas Pegon, memaparkan kembali sejarah lahirnya NU Pasuruan di hadapan jamaah. Ia menyebut, manuskrip peninggalan KH Zainal Abidin mencatat rencana musyawarah lanjutan untuk melengkapi struktur A’wan dan Lajnah Tanfidziah. Namun, catatan itu tak menyebutkan hasil rapat susulan.
Suasana peringatan kian semarak dengan taujih kebangsaan, pembacaan Maulid Syaroful Anam, serta tradisi Mayoran 100 tumpeng. Pihak panitia juga menganugerahkan penghargaan khusus kepada keluarga para pendiri NU Pasuruan.

Gus Huzaimi, M.Pd, cucu KH Chuzaimi bin Syihab, hadir mewakili keluarga besar untuk menerima penghargaan tersebut. “Kami merasa bangga sekaligus terhormat atas apresiasi ini,” ujarnya.
Sekedar informasi, KH Chuzaimi bin Syihab bersama Kyai muda lainnya waktu itu aktif dalam bersyarikat dan berdakwa, ia dan kyai lainnya mendirikan perkumpulan yang dinamakan "Dakwatul Khoirot", perkumpulan atau jam'iyah inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama Cabang Pasuruan yang meliputi wilayah Tengah dan Timur Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan.
(Chas, AK)