ORANG JOGJA PENASARAN BLODOKAN

  • Jan 22, 2025
  • ABDUL WAHAB

SeputarTambaan, Kampung Bahari Nusantara (KBN) menerima tamu kehormatan dari keluarga besar Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan, Selasa, 21/1/2025, kali ini pihak Kecamatan Panggungrejo menggandeng rombongan dari Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam rangka study tiru.  

Pada kesempatan itu KBN merupakan salah satu tujuan dari bagian kegiatan tersebut, pihak kelurahan Tamba'an selaku tuan rumah turut menjamu para tamu dengan hidangan kuliner khasnya yakni lalapan beraneka asapan ikan, olahan kerang dan udang, dan tak lupa "garang asem" sebagai salah satu kuliner andalan daerah itu.

Namun ada yang unik dari kunjungan itu, nampaknya para tamu dari Jogja tengah mengamati dan penasaran dengan "blodokan", yakni ikan yang habitatnya di lumpur pantai dan menghabiskan waktu dan dapat berjalan di atas lumpur. Hewan endemik hutan mangrove Tambaan tersebut memiliki nama latin Periophthalmus Sp. Mereka antusias sambil menunjuk nunjuk ikan unik itu.

Tampang ikan ini sangatlah khas. Kedua matanya menonjol berderet di atas kepala seperti mata kodok, wajah yang sedikit seram dan sirip-sirip punggung yang terkembang menawan. Badannya bulat panjang seperti torpedo, sementara sirip ekornya membulat. Panjang tubuh bervariasi mulai dari beberapa sentimeter hingga mendekati 30 cm.

Keahlian yang dimiliki ikan yang satu ini, selain dapat bertahan hidup lama di daratan (90% waktunya dihabiskan di darat), tembakul dapat memanjat akar-akar pohon bakau, melompat jauh, dan ‘berjalan’ di atas lumpur. Pangkal sirip dadanya berotot kuat, sehingga sirip ini dapat ditekuk dan berfungsi seperti lengan untuk merayap, merangkak dan melompat.

Daya bertahan di daratan ini didukung pula oleh kemampuannya bernapas melalui kulit tubuhnya dan lapisan selaput lendir di mulut dan kerongkongannya, yang hanya bisa terlaksana dalam keadaan lembap. Oleh sebab itu, ikan yang juga disebut tembakul setiap beberapa saat perlu mencelupkan diri ke air untuk membasahi tubuhnya. Tembakul setiap kalinya bisa bertahan sampai 7–8 menit di darat, sebelum masuk lagi ke air. Di samping itu, tembakul juga menyimpan sejumlah air di rongga insangnya yang membesar, yang memungkinkan insang untuk selalu terendam dan berfungsi selagi ikan itu berjalan-jalan di daratan.

Hidup di wilayah pasang surut, tembakul biasa menggali lubang di lumpur yang lunak untuk sarangnya. Lubang ini bisa sangat dalam dan bercabang-cabang, berisi air dan sedikit udara di ruang-ruang tertentu. Ketika air pasang naik, tembakul umumnya bersembunyi di lubang-lubang ini untuk menghindari ikan-ikan pemangsa yang berdatangan.

Ikan jantan memiliki semacam alat yang disebut kopulasi pada kelaminnya. Setelah perkawinan, telur-telur tembakul disimpan dalam lubangnya itu dan dijaga oleh induk betinanya. Telur-telur itu lengket dan melekat pada dinding lumpur. Blodokan dapat bertelur hingga 70.000 butir.

Tembakul memangsa aneka hewan, mulai dari ketam binatu (Uca spp.), udang, ikan, kerang, cumi cumi, sampai ke semut dan lalat. Ikan ini juga diduga memakan sedikit tumbuhan.

Ketika menjelajah daratan, tembakul juga sering menyerang dan mengusir tembakul yang lainnya, untuk mempertahankan teritorinya

Tembakul hanya dijumpai di pantai-pantai beriklim tropis dan subtropis di wilayah Indo-Pasifik sampai ke pantai Atlantik dan benua Afrika

Saat ini telah teridentifikasi sebanyak 35 spesies tembakul. Terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu BoleophthalmusPeriophthalmus, dan Periophthalmodon. Beberapa spesies contohnya adalah Pseudapocryptes elongatus, Periophthalmus gracilis, Periophthalmus novemradiatus, Periophthalmus barbarus, Periophthalmus argentilineatus, dan Periophthalmodon schlosseri.

Belum banyak terkuak nilai dari ikan ini. Namun ikan ini termasuk yang paling tahan terhadap kerusakan lingkungan hidup dan dapat tetap hidup dalam kondisi yang "memprihatinkan" sekalipun. Namun di Tiongkok dan Jepang, tembakul menjadi santapan, dan juga digunakan sebagai obat tradisional, terutama sebagai obat sehat lelaki.

(Chas)

(Dari berbagai sumber)