NGAJI CANGKRUK EDISI TATA CARA KETIKA DIMASJID

  • Oct 04, 2023
  • ABDUL WAHAB

SeputarTambaan, "ngaji cangkru'an" adalah budaya baru bagi masyarakat Tamba'an dan sekitarnya dalam memahami dan mendalami ilmu agama dengan cara yang berbeda, pengajian yang lebih pada keadaan yang santai dan penuh dengan candaan namun masih dalam koridor kesopanan dan diselingi diskusi kecil yang menarik.

Kegiatan ini dipopulerkan oleh mendiang almarhum Kyai Abdullah dan sudah sering diselenggarakan di berbagai tempat di sekitaran kelurahan Tamba'an, pengajian cangkruk-an ini diikuti oleh banyak sekali warga yang antusias mengikutinya, puluhan orang baik laki-laki maupun perempuan yang hadir dengan suasana sederhana dan santai, topiknya pun menyesuaikan dari diskusi, warga berkerumun di teras-teras rumah dan di jalan paving, mereka duduk bersila dengan beralas tikar seadanya serta seksama mengikuti pengajian tersebut, banyak pertanyaan warga, jadi benar-benar pembahasan agama islam mengalir tanpa ada tema yang ditentukan sebelumnya.

Kali ini pengajian cangkruk-an diadakan Selasa jam 8 malam di gang 7 jalan Halmahera, dengan mengupas tata cara ketika berada di dalam masjid, pengajian yang saat ini diasuh oleh Kyai Huzaimi membahas dan mengupasnya, beliau menjelaskan keutamaan sholat tahiyat masjid, serta dibolehkannya duduk sebelum sholat sunnah tersebut, namun cara duduknya tidak boleh datang langsung bersila, namun alangkah baiknya duduk seperti tahiyat awal, lalu dilakukan niat di baca di dalam hati dengan membaca "nawaitu i'tikafa fi hadal masjid lillahi ta'ala", ketua rois Syuriah pengurus ranting NU Tamba'an ini juga menyampaikan, jika ditengah-tengah khutbah Jumat alangkah lebih baiknya mendengar khutbah, tapi kalau sebelum khutbah sebaiknya dilakukan sholat tahiyat masjid, pun jika tidak memungkinkan sholat tahiyat masjid tapi bisa untuk sholat qobliyah Jumat ya sholat saja sholat sunnah qobliyah Jumat tanpa tahiyat masjid namun berkah sholat tahiyat masjid pun tetap didapat.

Di dalam pengajian cangkruk-an itu pun dibahas pula berbagai persoalan baik fiqih maupun bab ibadah, banyak yang bertanya dan dijawab oleh Kyai Huzaimi dengan santai dan santun, malam pun makin larut namun suasana tetap khidmat dan santai, asap rokok dan hidangan gorengan menjadi suguhan menarik pada acara tersebut.

Chas