LOKAKARYA MINI LINTAS SEKTOR TRIWULAN IV KECAMATAN PANGGUNGREJO BAHAS PENGUATAN LAYANAN KESEHATAN DAN KAMTIBMAS

  • Nov 26, 2025
  • ABDUL WAHAB

KOTA PASURUAN, SeputarTambaan – Puskesmas se wilayah Kecamatan Panggungrejo bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Panggungrejo menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan IV sekaligus Forum Konsultasi Publik tahun 2025, Rabu 26 November 2025. Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, perwakilan Danramil, Kapolsek Purworejo dan Kapolsek Gadingrejo, Tim TPCB Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, para kepala puskesmas, 3 pilar se-Kecamatan Panggungrejo, pengawas sekolah, ketua paguyuban, ketua ormas, KIM, Kelsi, serta RT dan RW.

Sekretaris Camat Panggungrejo, Hariono, S.Sos, dalam sambutannya menyoroti tiga isu penting, yakni peningkatan standar layanan puskesmas, pentingnya CKG/PKG untuk deteksi dini kesehatan masyarakat, dan penguatan program imunisasi. Ia menegaskan perlunya langkah serius untuk menekan angka stunting.

“Meski capaian penurunan stunting belum memenuhi target, kelurahan yang telah mencapai zero stunting harus tetap menjaga kondisi itu. Salah satunya dengan mencegah pernikahan dini, minimal usia 21 tahun,” ujarnya.

Hariono juga mengingatkan pentingnya koordinasi seluruh unsur dengan pihak kecamatan agar setiap persoalan dapat segera ditindaklanjuti.

 

Imbauan Bijak Bermedia Sosial

Kapolsek Purworejo, AKP Mulyono, mengingatkan peserta mengenai literasi digital dan keamanan lingkungan. Ia menekankan agar masyarakat berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

“Jejak digital tidak akan pernah hilang. Karena itu, gunakan media sosial secara bijak,” ujar Mulyono.

Ia juga mendorong pemasangan CCTV di lingkungan warga. “Dari 100 kasus yang ditangani, 95 persen berhasil diungkap melalui CCTV.”

Mulyono menegaskan bahwa kepolisian membuka ruang pelaporan seluas-luasnya kepada masyarakat dan siap bekerjasama menjaga keamanan dan ketertiban.

 

Capaian Kesehatan Kota Pasuruan

Perwakilan Tim TPCB Dinkes Kota Pasuruan, Taufik Nur Huda, M.Kes, menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas sektor dalam keberhasilan program CKG yang mencapai lebih dari 45 persen, melampaui target nasional.

Ia juga memaparkan program layanan prioritas kesehatan, antara lain PSC 119 Ambulans Gratis 24 jam, serta penambahan dua pustu baru di Kelurahan Pekuncen dan Kandangsapi. Taufik mengingatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk campak yang saat ini meningkat di wilayah Jawa Timur akibat penolakan imunisasi.

“Kami berharap seluruh pihak membantu mengedukasi masyarakat agar aktif mengikuti imunisasi,” ujarnya.

Taufik juga menegaskan bahwa stigma terhadap penyakit TB perlu dihapus karena pasien yang telah menjalani pengobatan sesuai prosedur sudah tidak lagi menularkan.

 

Standar Pelayanan Puskesmas dan Waspada DBD

Kepala Puskesmas Kebonsari memaparkan capaian Standar Pelayanan Minimum (SPM) puskesmas tahun 2025, termasuk implementasi sistem pendaftaran pelayanan secara online. Ia mengingatkan kewaspadaan terhadap demam berdarah (DBD) memasuki musim hujan.

“Pencegahan DBD yang paling efektif adalah 3M Plus, bukan hanya fogging atau obat nyamuk,” tegasnya.

Melalui lokakarya ini, lintas sektor berharap terjalin kolaborasi yang lebih kuat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan keamanan masyarakat di Kecamatan Panggungrejo.

(Chas)