GEMA SHOLAWAT NABI IRINGI KHITANAN UMUM ANAK PEMBERANI TAMBA'AN

  • Sep 05, 2025
  • ABDUL WAHAB

KOTA PASURUAN, SeputarTambaan — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Kelurahan Tamba’an, Kota Pasuruan, pada Jumat (5/9/2025) berlangsung semarak. Gema sholawat nabi menggema sejak Kamis (4/9/2025) malam selepas shalat Magrib dari pengeras suara musholla-musholla setempat, lalu berlanjut di Masjid Al Khoirot Tamba’an setelah shalat Isya. Keesokan harinya, seusai shalat Subuh, sholawat kembali dikumandangkan, sekaligus menjadi pengantar digelarnya khitanan massal ke-83 yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pasuruan.

 

Masyarakat antusias mengikuti maulid nabi Muhammad SAW dan menonton anak anak yang dikhitan dari luar dan dalam Masjid al Khoirot Tamba'an

 

Sebanyak 21 anak telah mendaftar dalam khitanan umum kali ini. Namun, hanya 15 anak yang dapat mengikuti prosesi di kantor PCNU, sementara enam anak lainnya akan diikutsertakan dalam khitanan umum berikutnya di Masjid Mayangan, Kota Pasuruan, pada Minggu (21/9/2025).

 

 

Sebelum diberangkatkan ke lokasi khitan, para peserta terlebih dahulu mengikuti rangkaian acara peringatan Maulid Nabi di Masjid Tamba’an. Mereka kemudian mendapat perhatian dari jamaah yang hadir, termasuk pemberian angpao sebagai bentuk sedekah untuk anak-anak yang akan dikhitan.

 

 

Acara yang dimaksudkan sebagai bentuk khidmah Ranting NU Tamba'an terhadap warga masyarakat setempat, bisa berjalan penuh hikmat dan sukses diselenggarakan, kesuksesan kegiatan tersebut, karena adanya sumbangsih penuh dari pengurus dan masyarakat, mulai dari kesediaannya menyediakan kendaraan pribadi, dan lain-lainnya termasuk donasi dalam bentuk dana yang dikumpulkan melalui Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Tamba'an, hingga terkumpul anggaran yang jika dirupiahkan sebesar 3.705.000,- yang kesemuanya untuk kemaslahatan warga.

 

Peserta yang mengikuti khitanan umum hari ini antara lain: Zam Zami, Hafiz, Karim, Rafi, Malik, Fariz, Jakfar, Adam, Arif, Sukron, Iksan, Rifan, Arsel, Bustomi dan Wildan. Adapun peserta yang akan menjalani khitan di Masjid Mayangan yakni: Hamdan, Al, Rizki, Arkan, Ibrahim, dan Maulana.

 

 

Suasana khitanan di kantor PCNU berlangsung penuh warna. Beberapa anak terlihat menangis, meronta, dan cemas menghadapi proses penyunatan. Namun, ada pula yang berani, bahkan tertawa geli saat menjalani anestesi.

 

Menurut panitia, peserta khitan pada tahun ini sejumlah 121 anak se-kota Pasuruan, yang tersebar di 43 PRNU dan di 5 MWCNU.

 

 

Khitanan massal ini menjadi tradisi tahunan PCNU Kota Pasuruan sejak lebih dari delapan dekade lalu. Selain sebagai bagian dari rangkaian Maulid Nabi, kegiatan tersebut sebagai bentuk khidmah. Ketua PCNU Kota Pasuruan, Gus M Nailurohman menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat. Menurutnya, khitanan massal yang digelar NU selalu mendapat sambutan positif dan jumlah peserta cenderung stabil di atas 100 anak setiap tahunnya.

 

“Ini menandakan bahwa program khitanan massal NU benar-benar bermanfaat dan dinantikan masyarakat,” ujarnya.

 

Gus Amak sapaan akrabnya mengatakan kegiatan tersebut terselenggara berkat kerja sama PCNU dengan Baznas, Dinas Kesehatan, para tenaga medis, serta dukungan warga NU yang ikut menyumbangkan dana. Gus Amak menegaskan, kontribusi MWCNU, ranting, hingga anak ranting juga berperan besar dalam sosialisasi dan pendaftaran peserta.

 

“Alhamdulillah, ranting NU turut membantu sejak sosialisasi, pendaftaran, hingga menyiapkan transportasi bagi anak-anak yang mengikuti khitanan,” tambahnya.

(Chas, Admin PCNU Kota Pasuruan & Nyai Hj. Shofiyah)