DONGENG MASYARAKAT TAMBA'AN MENGISAHKAN ULAR KOBRA DAN ULAR LEMPE
- Feb 18, 2024
- ABDUL WAHAB
SeputarTambaan,
Cerita rakyat masyarakat Tamba'an, yang dikisahkan secara turun temurun, untuk menakuti anak-anak agar tidak bermain disekitaran hutan mangrove di Tamba'an yang bernama "Alas Langak".
Suatu ketika di Alas Langak
Di kawasan Alas Langak Pojok Timur dan Utara Desa Tambaan terdapat sebuah hutan mangrove yang bernama Alas Langak, di tengah hutan yang lebat dan tak terjamah manusia bersemayam ular besar bernama Raja Sanca, Raja Sanca umurnya lebih dari 100 tahun, di lain tempat tak jauh dari Alas Langak terdapat 2 sahabat yang bernama Kobra dan Lempe, 2 sahabat ini berjenis ular kecil yang bisa dibilang sangat lemah, sehingga sering dibully binatang lainnya, tubuh mereka rentan menjadi sasaran pukulan, injakan, gigitan dan bermacam perlakuan fisik binatang lain, karena lemahnya sehingga tubuh mereka sering luka dan harus terus bersembunyi, sudah sering dua sahabat ini keluar masuk hutan demi keselamatan hidup mereka.
Suatu ketika Kobra dan Lempe digoda oleh burung gagak yang bulunya putih, 2 sahabat ini berlari masuk ke Alas Langak.
Di tengah Alas Langak, Kobra dan Lempe bertemu dengan Raja Sanca, karena mereka sebangsa yakni dari bangsa ular lalu dua sahabat itu meminta perlindungan dan bantuan kepada Raja Sanca untuk menyelamatkan mereka dari sang gagak. Raja Sanca pun setuju untuk membantu 2 bersaudara tersebut, Raja Sanca menyanggupinya lalu ia pun melata dengan sangat cepatnya dan segera menemukan gagak yang sedang bertengger di dahan tanaman tinjang, lalu dari bawah Raja Sanca membuka mulutnya dan menyemprotkan bisa beracun ke tubuh burung gagak, burung gagak terkejut, ketakutan dan terbang menjauh, burung gagak yang asalnya berwarna putih bersih berubah warna menjadi hitam kelam akibat semburan bisa Raja Sanca yang sakti dan beracun, Burung gagak terbang lebih tinggi dan sembunyi diantara dahan dan daun yang lebat sehingga Raja Sanca tidak bisa menemukan keberadaan Burung Gagak, Raja Sanca tak pandai memanjat akibat tubuhnya yang besar dan berat, lalu Raja Sanca berteriak:
"Hei Gagak! Sini kau"
Burung Gagak: "Kenapa harus aku yang kesana, kesini saja kau, aku di atas di pohon Tinjang di sebelah kananmu"
Raja Sanca: "Jangan kau permainkan aku, akan kumakan kau Gak!, kalau kau turun kesini, niscaya kau hanya kupukul"
Burung Gagak: "Katanya kau sakti, ayo naik!"
Raja Sanca: "Kau meragukan kesaktianku kuturunkan kau dengan paksa, akan ku pukul semua pohon disini dan akan tumbang, kemana lagi kau akan sembunyi!"
Burung Gagak: "Stop, kalau memang kau sakti tunjukkan, kalau kau tumbangkan semua pohon disini, rumahmu juga akan hancur!, begini saja, gigit saja pohon Tinjang di samping kananmu, kalau pohon ini mati dengan sekejap, aku pasti turun!"
Raja Sanca tanpa pikir panjang menuruti perkataan Burung Gagak dengan menggigit pohon Tinjang di samping kanan tubuhnya, dan huupp, "aduuuh! Raja Sanca kesakitan akibat kedua giginya patah karena tak mampu menembus batang kayu tinjang yang keras seperti batu, 2 gigi taring Raja Sanca hanya mampu menembus dan menancap di kulit pohon tinjang, akibatnya dengan kesal Raja Sanca ngomel sambil menahan rasa sakit lalu meninggalkan semua kesaktiannya tanpa sadar, tempat kesaktiannya tersebut ia simpan dibalik kedua gigi taringnya, sedangkan Burung Gagak yang dari awal sudah ketakutan, apalagi pohon yang di hinggapinya bergetar dengan dahsyat lalu terbang meninggalkan Alas Langak.
Kobra dan Lempe yang semula mengamati tingkah Raja Sanca dengan bergegas mendatangi tempat Raja Sanca menanggalkan giginya, lalu diambilnya masing-masing sebuah tempat kesaktian Raja Sanca, Kobra dan Lempe langsung memasang di balik giginya dan bergegas meninggalkan tempat tersebut, mereka berdua yang semula berukuran kecil kini setelah mendapatkan masing-masing sebuah kesaktian beranjak tubuhnya membesar dan memanjang, si Kobra ke darat dan kini terkenal sebagai ular paling beracun didaratan dan dikenal sebagai King Kobra, sedangkan si Lempe turun ke air dan menjadi ular paling beracun dilautan sehingga terkenal sebagai Ratu Lempe.
Raja Sanca setelah meninggalkan lokasi dia kehilangan kesaktian dan berangsur badannya mengecil sehingga menyisakan separuh dari tubuh dan berat badannya, serta gerakannya menjadi lambat, Raja Sanca sadar kesaktiannya tertinggal di gigi giginya yang tertancap di kulit pohon Tinjang, lalu kembalilah Raja Sanca dan tempat kesaktiannya sudah hilang hanya tersisa 2 gigi taringnya, kini hanya gigi taringlah senjata Raja Sanca dan Raja Sanca gelarnya hilang sehingga disebut sebagai Sanca saja.
......
S E L E S A I