DERMAGA BIRU AWAL MULA PERUBAHAN BESAR MASYARAKAT TAMBA'AN

  • Nov 19, 2023
  • ABDUL WAHAB

SeputarTambaan, Pagi yang begitu gerah di hari Sabtu tanggal 20 Januari 2018, beberapa pemuda nampak terlihat sibuk, mereka membawa beberapa kaleng cat dan kuas, hari itu mereka berencana mengecat sebuah dermaga kayu yang berdiri sejak 2013 lalu, dermaga yang dibeberapa bagiannya sudah mulai lapuk dan sudah terlihat tidak terawat, pengecatan itu mereka inisiatifi agar setelah dicat masyarakat berhenti membuang sampah sembarangan, mereka menyakini bahwa setelah dicat akan ada banyak pengunjung dan hal itu membuat masyarakat sekitar merasa “harus menjaga lingkungan”, semangat itulah yang mendasari mereka melakukan giat pengecatan dermaga.

 

Tiga pemuda tetap asyik mengecat dermaga meski jam sudah menunjuk pukul 10.00, mereka adalah Nafiudin, Abdul Kholiq dan Abdul Wahab, pemuda Kelurahan Tambaan Kecamatan Panggungrejo Kota Pasuruan, mereka memulai pengecatan dermaga dari kaki-kaki dermaga yang sudah berlumut, di seberang mata para nelayan dan warga mengamati dari balik jendela dan warung bagai sorot kamera CCTV yang mengawasi setiap gerak dan gerik mereka, orang-orang tersebut berfikir tiga pemuda tersebut bekerja dibayar Pemerintah dan sedang mendapatkan “proyek pengecatan”, orang-orang tersebut merasa capek setelah bekerja di laut sehingga tidak memungkinkan membantu ketiga pemuda tersebut, toh mereka sudah dibayar. Setengah jam kemudian datang lagi dua pemuda mereka adalah M. Ikhsan dan Muhajir yang sedang membawa makanan dan minuman, mereka berdua turut membantu pengecatan dermaga, pengecatan kaki-kaki dermaga begitu sulit dilakukan sehingga memaksa pemuda-pemuda tersebut berhenti mengecat tepat ketika matahari sedang terik-teriknya dan berkomitmen esok dilakukan giat pengecatan dermaga kembali.

 

Sore dan malam warga membicarakan kegiatan kelima pemuda tersebut dan baru mengetahui bahwa pemuda-pemuda tersebut melakukan pengecatan dermaga didasari atas rasa keprihatinan mereka terhadap lingkungannya, dan ternyata mereka secara pribadi berdonasi cat hingga terkumpul 30 Kg cat warna putih dan biru sehingga setelah dicampur menjadi warna biru langit yang cerah dan menarik, sehingga masyarakat memberi nama dermaga mereka dengan sebutan “Dermaga Biru”. Esoknya pun banyak pemuda lain yang turut ambil bagian hingga waktu 2 jam berlalu dengan cepatnya dan selesailah giat pengecatan tesebut.

 

Apa yang menjadi keyakinan pemuda-pemuda tersebut kini terjadi, setahun semenjak pengecatan itu, masyarakat sudah tidak lagi membuang sampah sembarangan, laut yang dulu dipenuhi sampah kini sedikit demi sedikit bersih setelah Pemerintah Kota Pasuruan melalui Pemerintahan Kelurahan Tambaan, RT dan RW serta Dinas terkait dan warga secara periodik melakukan kerja bakti membersihkan sampah-sampah, sosialisasi melaui media sosial membuat dermaga biru kini sering dikunjungi wisatawan, dermaga biru kini menjadi tempat wisata yang dikunjungi banyak orang, mereka banyak yang penasaran kalau di Kota Pasuruan ada destinasi wisata baru. Ada pula yang peduli akan lingkungan dengan menanam mangrove dan membersihkan sampah serta mengelola sampah plastik menjadi BBM. Tidak hanya itu, karang taruna bina hangtuah kelurahan Tamba'an setiap hari Minggu pagi di dermaga biru mengadakan acara literasi yang kini disebut taman baca pesisir, masyarakat pun selain bisa bersantai juga bisa mendapat edukasi melalui buku-buku yang para pemuda tersebut kumpulkan melalui donasi pribadi dan donasi dari kenalan-kenalan mereka.

 

Inisiatif para pemuda tersebut tidak hanya menyentuh dibidang pelestarian lingkungan dan pendidikan melalui gerakan literasi saja, tetapi kini ditekankan pada aspek sosial kemanusiaan, ekonomi dan lain sebagainya yang berhubungan dengan masyarakat Kelurahan Tambaan yang berbasis “Pemanfaatan sumber daya pemuda dan pelajar Kelurahan Tambaan”.

 

Kini dermaga biru tak lagi biru, banyak perubahan besar yang membuat kemajuan di kelurahan Tamba'an, wisatawan, para pecinta lingkungan, kalangan akademisi dan elemen masyarakat lainnya bahu membahu menggelorakan dermaga biru menjadi dermaga wisata yang semakin indah, semakin panjang dan nyaman dengan dilengkapi banyak fasilitas penunjang lainnya.

 

(Chas)