ARTIKEL : SABAR, TELATEN DAN ISTIQOMAH

  • Oct 27, 2024
  • ABDUL WAHAB

SeputarTamba'an, Melansir akun facebook Ust. Herman Felani, S.Sy., M.H yang merupakan Direktur Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatus Salafiyah Kelurahan Tamba'an. Berikut artikel menarik dari beliau.

Sabar, Telaten dan Istiqomah

3 kata inilah yang di pesankan oleh Romo KH. Masbuhin Faqih kepada alfaqir, ketika alfaqir sowan kepada beliau dan meminta ijazah serta nasehat agar supaya santri kerasan dan lembaga pendidikan bisa eksis bermanfaat untuk umat. 

ketiga kata ini sangatlah singkat diucapkan tetapi berat dilaksanakan : Sabar, telaten dan Istiqomah. 

Ia hanya 3 kata. tetapi penjabarannya luar biasa luas. pelaksanaannya membutuhkan kerja keras. mempertahannya membutuhkan hati yang ikhlas.

Dan memang betul. Ketiga kata inilah kunci keberhasilan ngerumat santri. ketiga kata inilah kunci keberhasilan dalam hidup bermasyarakat. Bahkan bagi yang mempunyai usaha dan bisnis, Sabar telaten dan istiqomah juga menjadi kunci utama berkembangnya bisnis usaha. 

Sabar. Sabar bertahan dan kuat dalam menghadapi berbagai tantangan. Dalam konteks sabar terhadap santri misalnya, maka kita harus senantiasa kuat terhadap ujian yang muncul ketika menghadapi santri. 

Telaten. Sabar saja tidak cukup. Mendidik santri juga harus dibarengi dengan telaten. Yaitu senantiasa mendampingi dan mengawal santri santri dalam belajar dan kegiatan. mengajari bila belum bisa. siap menjawab pertanyaan pertanyaan santri manakala dibutuhkan.

Istiqomah. Inilah yang sangat penting dan urgen selain dua hal diatas. Istiqomah. Ajek. senantiasa tepat waktu dan tidak pernah meninggalkan kewajiban. Hanya sabar dan hanya telaten tetapi tidak istiqomah, maka guru atau pendidik tidak akan berhasil. 

Maka bagi kita yang merasa gagal dalam berbagai bidang utamanya pendidikan, mungkin kita harus introspeksi diri. Sudahkah kita menjalankan sabar, telaten dan istiqomah? 

Salam sukses untuk kita semua.

Pasuruan, 19 Oktober 2024

Herman Felani

Penyuluh Agama Islam

Kemenag Kota Pasuruan

(Disadur dari artikel beliau dg judul sama melalui laman Facebook Ust Herman )