ARTIKEL : MANUSIA WAFAT SESUAI KEBIASAANNYA

  • Nov 10, 2024
  • ABDUL WAHAB

SeputarTamba'an, Artikel menarik dapat menambah wawasan dan pemahaman agama islam sesuai faham ahlussunah wal jamaah, silahkan disimak!

Manusia Wafat sesuai Kebiasaannya semasa hidupnya

Imam al-Hafizh Zainuddin Abdurrauf al-Munaawy menjelaskan bahwa seseorang meninggal dunia sesuai dengan kebiasaannya. Seseorang yang wafat dalam keadaan berdzikir bisa dipastikan semasa hidupnya ia sangat senang berdzikir. Seseorang yang meninggal dunia dalam keadaan mengaji bisa dipastikan semasa hidupnya ia istiqomah mengaji. 

Kematian adalah misteri. Hanya Allah yang tahu kapan seseorang meninggal dunia. Kematian bagaikan tamu. Hanya Allah yang tahu kapan 'tamu' itu akan datang. 

Manusia tidak bisa request kapan ia meninggal dunia. Manusia tidak bisa memesan kapan ia sudah siap untuk menghadap Rabb Nya. Oleh karena itulah maka seseorang harus senantiasa siap bila sewaktu waktu ia di panggil menghadap Rabb-Nya. 

Apakah ia menginginkan mati dalam keadaan baik atau buruk, maka ia harus menyiapkannya sejak masa hidupnya. Bila ia ingin mati dalam keadaan baik atau kita kenal dengan husnul khotimah, maka sepanjang hidupnya harus ia isi dengan lebih banyak amal solih. Begitu juga sebaliknya, bila ia meremehkan amal solih dan bekal hidup di akhirat, maka ia di anggap sudah menyiapkan kematian yang jelek. 

Manusia tidak akan tau apakah ia wafat dalam keadaan baik atau buruk. Tak seorang pun tau bagaimana akhir dari perjalanan hidupnya. Hanya Allah yang tau. Tetapi manusia bisa merencanakan akhir kehidupannya. Manusia bisa merencanakan apakah ia akan wafat dalam keadaan husnul khotimah atau suul khotimah. Jadi, merencanakan husnul khotimah atau sebaliknya merencanakan suul khotimah adalah sestau yang mungkin.

Seseorang yang setiap detiknya beramal solih atau berbuat kebaikan, melaksanakam perkntah Allah dan menjauhi perbuatan maksiyat, maka sejatinya ia sedang merencanakan mati dalam keadaan husnul khotimah. Tetapi sebaliknya, orang yang meninggalkan perintah Allah, mengabaikan bahkan meremehkan perintah Allah, sengaja menerjang larangan Allah, maka sejatinya ia sedang merencanakan mati dalam keadaan suul khotimah.

mengapa demikian? Karena manusia akan diwafatkan oleh Allah sesuai dengan kebiasaannya semasa hidupnya. Orang yang selalu membiasakan beramal solih maka kemungkinan besar ia akan di wafatkan Allah dalam keadaan beramal solih. Mengapa demikian? karena bisa jadi ia wafat ketika melakukan amal solih maka dengan demikian ia wafat dalam keadaan husnul khotimah. Dan sebaliknya, orang yang selalu membiasakan bermaksiyat maka kemungkinan besar ia akan wafat dalam keadaan suul khotimah. mengapa demikian? karena bisa jadi ia mati ketika sedang bermaksiyat dan belum sempat bertaubat kepada Allah swt. 

Wallahu A'lamu bis Showab

 

Pasuruan, 30 Oktober 2024

Herman Felani

Penyuluh Agama Islam 

Kemenag Kota Pasuruan

Silahkan baca artikel aslinya di laman facebook Ust Herman Felani